BEIJING - Model kecerdasan buatan (AI) baru dari China kembali mengejutkan industri teknologi Amerika Serikat (AS). Teknologi AI open-source yang dirilis perusahaan rintisan (startup) China membuat raksasa AI di AS khawatir.
Model Kimi K3 terbaru dari perusahaan rintisan Moonshot yang berbasis di Beijing, yang dijalankan oleh seorang pengusaha yang meraih gelar doktornya di Pittsburgh, tampaknya mulai menyamai versi terbaik dari Claude milik Anthropic dan ChatGPT milik OpenAI.
"Ini mungkin rilis terbesar tahun ini," dan menandai momen ketika model open-source China melampaui model tertutup AS, kata Anastasios Angelopoulos, salah satu pendiri dan CEO Arena, sebuah platform untuk mengevaluasi sistem AI, sebagaimana dilansir AP.
Kimi K3 menduduki puncak peringkat Arena dalam apa yang disebutnya "kemampuan pengodean front-end," sebuah ukuran kinerja model bahasa besar AI. "Lebih banyak hasil yang masuk kemungkinan akan terus menunjukkan bahwa ia berada di puncak," kata Angelopoulos di media sosial.
Sepertinya bukan suatu kebetulan bahwa peluncuran K3 terjadi sesaat sebelum pidato pembukaan Presiden Xi Jinping pada Jumat (17/7/2026) di Konferensi Kecerdasan Buatan Dunia tahunan China di Shanghai.
"Pengembangan kecerdasan buatan seharusnya bukan pertunjukan solo oleh satu negara saja, melainkan simfoni kerja sama global," kata Xi pada acara tersebut.
Model AI China telah menunjukkan kemajuan besar. K3 mengikuti peluncuran model AI utama lainnya bulan lalu dari perusahaan rintisan China Zhipu, atau Z.ai.