JAKARTA - China sedang mengembangkan sistem peringatan dini untuk mendeteksi asteroid yang mungkin menabrak Bumi, menurut ilmuwan yang memimpin misi nasional tersebut.
Negeri Tirai Bambu berencana untuk mengerahkan beberapa teleskop di darat, bersama dengan konstelasi satelit di orbit, demikian dilaporkan harian milik pemerintah, Science and Technology Daily, mengutip Li Mingtao, kepala ilmuwan di pusat penelitian pemantauan dan peringatan dini asteroid di bawah Administrasi Luar Angkasa Nasional China.
Tidak satu pun asteroid yang telah ditemukan sejauh ini diperkirakan berada pada jalur tabrakan yang jelas dengan Bumi, kata Li dalam laporan pada 30 Juni, yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai Hari Asteroid Internasional.
Lebih dari 95 persen asteroid dekat Bumi yang berdiameter lebih besar dari 1 km (0,62 mil) – cukup besar untuk memicu bencana global – telah diidentifikasi, katanya.
Namun, hanya sekitar 45 persen asteroid berukuran sekitar 140 meter (460 kaki), yang dapat menghancurkan negara kecil, yang diyakini telah ditemukan, tambahnya.
“Asteroid dekat Bumi yang belum ditemukan ini menimbulkan risiko terbesar. Jumlahnya banyak, sangat redup sebelum mendekat, dan bahkan dapat tiba-tiba mendekat dari arah matahari,” kata Li, sebagaimana dilansir South China Morning Post.
“Itulah mengapa dunia meningkatkan upaya untuk memperkuat kemampuan pemantauan dan peringatan dini serta mengkatalogkan asteroid ini sesegera mungkin,” kata Li, menambahkan bahwa “kita tidak dapat menganggap enteng risiko dampak ini, dan kita juga tidak perlu terlalu cemas.”