JAKARTA - Produsen otomotif China, BYD, serius menaklukkan pasar kei car di Jepang. BYD pun merekrut mantan insinyur Nissan untuk bersaing di pasar kei car Jepang.
Kei car merupakan kategori kendaraan terkecil di Jepang. Segmen kei car diatur dengan ketat, berdasarkan dimensi, output, hingga pajak. Kei car menjadi salah satu segmen terlaris di Jepang. Kei car tetap menjadi pusat pasar domestik Jepang karena efisiensinya di lingkungan perkotaan yang padat dan biaya kepemilikan yang rendah.
Menurt laporan Nikkei, BYD bersiap untuk meluncurkan kei car listrik Racco di Jepang musim panas ini, dengan pengembangan yang melibatkan mantan insinyur Nissan, Hirohide Tagawa.
Melansir Car News China, Senin (18/5/2026), mantan perencana produk dan insinyur kendaraan Nissan, Hirohide Tagawa, bekerja untuk Nissan selama kurang lebih 25 hingga 30 tahun. Ia awalnya bergabung dengan Nissan pada 1990-an. Ia sangat terkait dengan strategi pengembangan kei-car perusahaan selama beberapa generasi.
Ia dikenal secara internal sebagai salah satu "visioner mobil kecil (kei car)" Nissan. Tagawa berkontribusi pada perencanaan dan pengembangan produk untuk model kompak utama, termasuk Nissan Dayz dan Nissan Sakura, serta program kei car listrik khusus Nissan.
Sakura, yang diluncurkan pada tahun 2022, menandai transisi Nissan ke pasar massal kei car listrik. Sementara lini Dayz mewakili salah satu platform kei domestik inti perusahaan.
Tagawa kemudian meninggalkan Nissan. Ian terlibat dalam proyek pengembangan EV pasar Jepang dengan BYD Auto Japan, menurut laporan industri.
Racco mewakili upaya khusus pertama BYD untuk memasuki segmen kei car Jepang dengan model yang dirancang khusus untuk persyaratan peraturan lokal daripada mengadaptasi platform EV global yang sudah ada.
Pengembangan kei car di Jepang adalah disiplin teknik yang sangat khusus yang membutuhkan optimasi ketat efisiensi pengemasan, struktur biaya, dan kepatuhan peraturan sambil mempertahankan kegunaan dalam kondisi lalu lintas perkotaan yang padat.
Latar belakang Tagawa dalam program kei car Nissan menempatkannya dalam kelompok langka insinyur dengan pengalaman mendalam di kategori otomotif Jepang yang paling terkendala secara struktural.
Racco dirancang sebagai EV perkotaan kompak yang disesuaikan untuk lingkungan penggunaan di Jepang. Racco dibekali baru baterai lithium besi fosfat 20 kWh. Racco memiliki jarak temppuh sekitar 180 km versi WLTC .
Kei car listrik ini juga sudah mendukung pengisian cepat DC hingga 100 kW. Kendaraan ini juga digambarkan memiliki pintu belakang geser dan tata letak bodi tinggi.
Racco menjadi bagian dari upaya BYD memasuki segmen kei car Jepang. Racco menargetkan kategori kendaraan kompak yang ditentukan.
Analisis industri sebelumnya menyoroti peningkatan tekanan kompetitif di segmen EV kecil Jepang. Merek domestik seperti Suzuki dan Nissan terus mendominasi produksi massal.
Laporan sebelumnya juga menyebutkan harga awal Racco diperkirakan sekitar 2,5 juta yen, atau sekitar 107.000 yuan (15.700 USD). Banderol tersebut menempatkannya dalam kisaran harga kei car arus utama di Jepang.
(Erha Aprili Ramadhoni)