China Klaim Luncurkan Komputer Kuantum Dual-Core Pertama di Dunia

Rahman Asmardika, Jurnalis
Senin 11 Mei 2026 18:27 WIB
Komputer Kuantum Dual-Core Hanyuan-02.
Share :

JAKARTA – CAS Cold Atom Technology, sebuah perusahaan yang berbasis di Wuhan, China, dan berafiliasi dengan Akademi Ilmu Pengetahuan China (CAS), meluncurkan apa yang diklaim sebagai komputer kuantum dual-core pertama di dunia. Menurut laporan publikasi milik negara, Science and Technology Daily, sistem yang disebut Hanyuan-2 ini menggabungkan dua susunan atom netral independen di dalam satu mesin seukuran kabinet. Sistem ini memiliki total 200 qubit yang dibangun dari 100 atom rubidium-85 dan 100 atom rubidium-87.

Perusahaan tersebut menyatakan bahwa inti kembar tersebut dapat berjalan secara paralel untuk membagi beban kerja atau beroperasi dalam konfigurasi "satu utama dan satu tambahan". Dalam mode ini, susunan kedua menangani koreksi kesalahan waktu nyata (real-time error correction), sementara susunan pertama menjalankan komputasi. Ge Guiguo, ahli senior di CAS Cold Atom Technology, mengatakan bahwa sistem ini mewakili momen pertama kalinya prosesor kuantum beralih dari arsitektur single-core ke dual-core.

Dilansir Tom’s Hardware, Hanyuan-2 dibangun berdasarkan teknologi atom netral yang menjebak atom tak bermuatan menggunakan susunan laser untuk mendinginkan dan memanipulasi atom netral individual sebagai qubit. Manajer Umum CAS Cold Atom Technology, Tang Biao, mengatakan mesin tersebut menggunakan desain terintegrasi yang ringkas bergaya kabinet dengan sistem pendingin laser kecil, dengan total konsumsi daya di bawah 7 kilowatt.

Meski demikian, dengan 200 qubit, Hanyuan-2 masih tertinggal jauh dari sistem atom netral terkemuka di Barat. Sebagai perbandingan, Atom Computing telah mendemonstrasikan susunan atom netral 1.180 qubit pada tahun 2023 dan telah bermitra dengan Microsoft untuk menghadirkan qubit logis pada perangkat keras komersial. Sementara itu, QuEra telah mengirimkan mesin yang siap untuk koreksi kesalahan ke Jepang dan mengamankan modal baru lebih dari USD 230 juta hingga tahun 2025.

Kurangnya Metrik dan Tinjauan Sejawat

Poin penting lainnya adalah kedua perusahaan Barat tersebut telah menerbitkan metrik seperti fidelitas gerbang, waktu koherensi, dan data tingkat kesalahan untuk sistem mereka. Sebaliknya, CAS Cold Atom Technology belum mengungkapkan metrik apa pun untuk Hanyuan-2. Tidak ada makalah yang ditinjau oleh rekan sejawat (peer-reviewed) yang menyertai pengumuman tersebut. Sebagaimana yang sering terjadi pada pengumuman serupa dari China, semua laporan berasal dari media yang berafiliasi dengan pemerintah di Beijing.

 

Penggunaan nomenklatur dual-core juga secara sengaja dibuat sejajar dengan CPU multi-core klasik, namun konsep dasarnya lebih dekat dengan komputasi kuantum modular—pendekatan yang sudah dikejar oleh perusahaan Barat dalam skala yang lebih besar. IBM, misalnya, telah fokus pada menghubungkan prosesor superkonduktor melalui interkoneksi klasik dan kuantum. Sementara QuEra dan Pasqal sedang meningkatkan skala array tunggal sambil mengembangkan konektivitas antar-modul.

Pendekatan CAS Cold Atom Technology memang lebih terintegrasi daripada arsitektur jaringan karena menempatkan kedua array di dalam satu mesin. Namun, apakah hal itu memberikan keuntungan praktis dibandingkan dengan penskalaan array tunggal yang lebih besar masih menjadi pertanyaan terbuka yang hanya bisa terjawab melalui benchmark resmi di masa depan. Hanyuan-2 sendiri hadir menyusul pengiriman sistem generasi pertama perusahaan, Hanyuan-1, meskipun spesifikasi teknis untuk mesin tersebut juga masih sangat terbatas.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya