JAKARTA - Stellantis memaksimalkan kemitraannya dengan brand asal China, Leapmotor, untuk pengembangan mobil listrik baru Opel. SUV listrik itu dikabarkan dibangung di atas fondasi dari Leapmotor. Di sisi lain, Stellantis berencana memecat 650 insinyur di Jerman, walaupun dikabarkan rencana ini tidak terkait pengembangan mobil listrik baru.
Crossover yang belum diberi nama ini ditargetkan untuk diluncurkan pada tahun 2028, dengan pengembangan yang berjalan kurang dari dua tahun dari awal hingga siap dipasarkan. Desainnya ditangani tim desain Opel di Russelsheim, Jerman. Desainnya akan mengandalkan bahasa visual merek saat ini.
Teaser pertama menunjukkan SUV sporty dengan roda besar, overhang yang rapat, dan tampilan Opel Vizor yang sudah familiar dengan lampu LED terintegrasi.
"(SUV baru ini akan-red) dikembangkan oleh tim internasional yang berlokasi di Jerman dan China," kata CEO Opel, Florian Huettl, melansir Carscoops, Sabtu (9/5/2026).
Mobil ini akan menggunakan komponen inti dari arsitektur listrik dan teknologi baterai Leapmotor terbaru. Sementara kontribusi Opel terbatas pada desain, rekayasa sasis, pencahayaan, dan teknologi tempat duduk.
SUV listrik ini akan diproduksi di pabrik Figueruelas di Zaragoza, Spanyol, mulai 2028. Pabrik tersebut juga memproduksi Opel Corsa, Peugeot e-208, Lancia Ypsilon, dan Leapmotor B10.
Model baru ini akan memperluas jajaran SUV Opel di samping Mokka, Frontera, dan Grandland, menargetkan segmen C-SUV yang sangat kompetitif di Eropa.
Meskipun Stellantis tidak memberikan detail tentang spesifikasinya, SUV Opel baru ini kemungkinan besar akan berbasis pada Leapmotor B10. SUV listrik ini memiliki panjang 4.515 mm, tepat di antara Frontera dan Grandland dalam hal ukuran.
Leapmotor B10 dilengkapi satu motor listrik yang menghasilkan 215 hp (160 kW / 218 PS). Model ini menawarkan dua ukuran baterai 56,2 kWh dan 67,1 kWh, menawarkan jangkauan hingga 434 km (270 mil). Mobil ini juga akan tersedia dengan powertrain range-extender yang menawarkan jangkauan total hingga 900 km (559 mil).
Stellantis menyatakan bahwa Leapmotor B10 telah "diuji secara ketat" di lapangan uji Balocco di Italia. Ini berarti, kemungkinan ada perbedaan pada pengaturan versi spesifikasi di Eropa dengan model yang dijual di China.
Meskipun masih terlalu dini untuk membicarakan harga versi Opel, perusahaan tersebut menjanjikan kendaraan listrik ini akan "terjangkau". Penggunaan komponen yang bersumber dari Leapmotor akan "secara signifikan meningkatkan keterjangkauan bagi pelanggan Eropa".
Stellantis baru-baru ini mengumumkan rencana untuk memangkas 650 pekerjaan teknik di kantor pusat bersejarah Opel di Russelsheim, mengurangi staf teknis yang tersisa menjadi sekitar 1.000 orang.
Situs tersebut mempekerjakan lebih dari 7.700 insinyur pada tahun 2017, yang melakukan proyek R&D penting untuk Grup PSA. Sekarang, cakupannya telah dipersempit ke bidang-bidang seperti AI, perangkat lunak, ADAS, teknologi baterai, dan sistem pencahayaan digital.
Meskipun tidak terkait dengan pemangkasan pekerjaan, kesepakatan Leapmotor memungkinkan Stellantis untuk secara signifikan mengurangi biaya R&D dan waktu yang dibutuhkan untuk menghadirkan produk baru ke pasar.
Diketahui, Stellantis mengakuisisi 21% saham di Leapmotor pada Oktober 2023, menjadi pemegang saham terbesar merek asal China tersebut. Perusahaan patungan LPMI (Leapmotor International) dimiliki 51% oleh Stellantis, yang memiliki hak eksklusif untuk menjual dan memproduksi produk Leapmotor di luar China.
Peluncuran di Eropa cukup sukses, dengan Leapmotor mengirimkan 40.000 unit pada tahun 2025 dan memulai tahun 2026 dengan 24.751 registrasi pada kuartal pertama.
(Erha Aprili Ramadhoni)