Spesifikasi E-3 Sentry AWACS, Pesawat Komando Udara AS yang Hancur Akibat Serangan Iran

Rahman Asmardika, Jurnalis
Senin 30 Maret 2026 20:22 WIB
Pesawat E-3 Sentry AWACS Angkatan Udara AS.
Share :

JAKARTA - Serangan rudal Iran ke Pangkalan Udara Prince Sultan di Arab Saudi pekan lalu dilaporkan menghancurkan salah satu aset penting militer Amerika Serikat (AS): pesawat E-3 Sentry AWACS. Foto-foto yang beredar menunjukkan pesawat komando dan kontrol udara itu mengalami kerusakan sangat berat, bahkan bisa dikatakan hancur total.

E-3 Sentry AWACS bukanlah pesawat militer biasa, melainkan sebuah platform airborne warning and control system alias sistem peringatan dini dan kendali udara yang berfungsi sebagai pusat komando dan pemantau dari langit. Dalam operasi militer, E-3 juga berfungsi sebagai “mata” yang membantu memantau pergerakan pesawat lawan, mengatur lalu lintas udara tempur, hingga mengoordinasikan serangan dan pertahanan udara, membuat perannya sangat vital bagi militer AS.

Secara teknis, E-3 Sentry merupakan modifikasi dari Boeing 707/320 dengan panjang 46 meter dan sayap dengan rentang 44,4 meter. Pesawat ini ditenagai empat mesin turbofan Pratt & Whitney TF33-PW-100A dengan dorongan masing-masing 21.000 pon.

Sebagai pesawat komando, E-3 Sentry memiliki ketinggian operasional di atas 41.000 kaki dan mampu terbang selama 8 jam atau sejauh 5.000 mil laut tanpa mengisi ulang bahan bakar.

 

E-3 Sentry memiliki radar rotodome besar di atas fuselage atau bodi pesawat dengan jangkauan lebih dari 320 kilometer pada ketinggian operasional, bahkan hingga 375 kilometer menurut spesifikasi terbaru. Sistem ini dapat mendeteksi pesawat rendah terbang di atas medan berbukit, membedakan teman dan musuh melalui identifikasi friend-or-foe (IFF), serta mengeliminasi gangguan ground clutter.

Selain radar utama, E-3 dilengkapi AN/APS-133 color weather radar untuk navigasi cuaca. Pesawat ini mampu mengelola hingga 100 pesawat tempur sekaligus, memberikan perintah real-time, dan mendukung operasi strategis maupun taktis.

E-3 Sentry dioperasikan oleh kru penerbangan empat orang ditambah 13–19 spesialis misi, dengan total kru bisa mencapai 23 orang. Sebagai pesawat komando, E-3 menyediakan komunikasi aman jarak jauh, termasuk satelit dan link data untuk berbagi informasi dengan pangkalan darat atau kapal induk.

Meski teknologi yang digunakan canggih, E-3 Sentry adalah pesawat yang bisa dikatakan “lawas”, dan telah mulai digunakan sejak 1977. Sebanyak 68 unit E-3 Sentry AWACS telah diproduksi hingga saat ini, dengan 31 di antaranya dioperasikan oleh militer AS.

 

Produksi yang relatif sedikit ini dikarenakan E-3 Sentry adalah pesawat yang mahal, dengan harga per unit diperkirakan mencapai USD 400–450 juta (Rp6,7–Rp7,6 triliun) saat ini, bahkan mungkin lebih tinggi lagi.

Karena jumlahnya terbatas, kehilangan 1 unit E-3 Sentry menjadi pukulan bagi militer AS, karena sulitnya pesawat ini untuk segera digantikan.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Ototekno lainnya