Bahkan, berdasarkan proyeksi dari Rosenblatt Securities, iPhone kelas atas bisa berharga hampir USD2300 (sekira Rp38 juta) jika Apple membebankan biaya dampak dari tarif tersebut kepada konsumen, demikian diwartakan Reuters.
Baik Samsung maupun Apple telah berusaha mengurangi ketergantungan manufakturnya dari China dengan mengalihkan sebagian produksi ke negara lain seperti Vietnam dan India. Namun melihat tarif resiprosikal AS ini berlaku ke hampir semua negara di dunia, hal itu tampaknya tidak akan berpengaruh banyak, setidaknya dalam waktu dekat.
(Rahman Asmardika)