Pari Jawa Jadi Ikan Laut Pertama yang Punah karena Manusia

Erha Aprili Ramadhoni, Jurnalis
Rabu 01 Januari 2025 15:03 WIB
Pari Jawa Jadi Ikan Laut Pertama yang Punah karena Manusia (BBC)
Share :

Namun, tidak semua pernyataan kepunahan adalah benar.

Constance mencontohkan kasus ikan tangan halus dari perairan pesisir Tasmania.

Ikan ini sebenarnya adalah ikan pertama yang dinyatakan punah di zaman modern, pada tahun 2018.

Namun, penilaian ulang pada tahun 2021 menetapkan data yang digunakan untuk mendukung deklarasi ini tidak cukup.

IUCN kemudian mendaftarkan kembali status ikan ini sebagai “tidak diketahui”.

Kita harus mempertahankan standar yang sangat tinggi untuk menyimpulkan bahwa suatu spesies telah punah, tegas Riley Pollom, manajer program pemulihan spesies di Seattle Aquarium, karena begitu spesies tersebut dianggap punah, semua upaya konservasi akan berhenti.

Jika peneliti keliru menyatakan suatu spesies telah punah, dan upaya-upaya untuk melindunginya menguap, maka ironisnya spesies tersebut mungkin benar-benar punah sebagai akibat dari perubahan status ini.

Pollom dan Macdonald mencatat bahwa ada beberapa spesies hiu, pari, dan kelencir di seluruh dunia yang saat ini terancam punah, termasuk ikan kelencir di Tasmania, ikan pari gitar mulut besar di Asia, Australia bagian utara, dan Afrika bagian timur, serta hiu macan tutul di Indo-Pasifik.

Meskipun para ilmuwan cukup yakin dengan kepunahan ikan pari Jawa, Pollom mengatakan bahwa luasnya lautan di Bumi bisa jadi berarti ada kepunahan akibat prilaku manusia yang terlewatkan oleh para ahli.

“Mungkin ada banyak hal yang terlewatkan dari kita tanpa kita sadari,” katanya.

Pencarian Constance terhadap ikan pari Jawa masih jauh dari selesai.

Dia terus mengawasi koleksi museum untuk berjaga-jaga jika ada spesimen bersejarah lainnya yang muncul.

Spesies lain yang dia pelajari akhir-akhir ini, jenis pari yang terancam punah yang disebut torpedo Laut Merah, telah diawetkan di museum. Tetapi hanya ada tiga spesimen yang diketahui dan, selama bertahun-tahun, salah satunya hilang.

Seorang kurator memberitahunya tahun lalu bahwa mereka telah menemukannya lagi.

Ditambah lagi, pada musim panas ini, Constance akhirnya bisa datang ke Jakarta untuk mengamati dua tempat pelelangan ikan di sana, setelah sebelumnya dibatasi oleh pandemi.

Dia dan rekan-rekannya memeriksa tumpukan ikan yang baru ditangkap untuk mencari spesies hiu dan pari.

Dia terus bertanya-tanya apakah dia bisa menemukan ikan pari Jawa di antara gerombolan ikan tersebut.

“Itu selalu ada di benak saya, apa yang akan terjadi jika ada yang menemukannya?” kata Constance.

Namun, terlepas dari beratnya deklarasi yang dia dan rekan-rekannya buat pada tahun 2023, dia tidak akan marah atau kecewa jika kepunahan itu ternyata merupakan sebuah kesalahan.

“Kami ingin makhluk-makhluk ini tetap hidup di masa depan,” kata Constance.

“Akan sangat keren jika ada yang menemukannya suatu hari nanti.”
 

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya