Dengan memasukkan semua informasi yang dapat mereka temukan mengenai pari Jawa ke alat analisis data yang disediakan oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN), Constance dan rekan-rekannya menemukan model yang dibuat organisasi tersebut 93,5% yakin bahwa pari Jawa telah punah.
IUCN, sebagai organisasi internasional yang mengumpulkan dan menyediakan informasi tentang status spesies dunia, mempublikasikan hasil penilaian tersebut di situsnya.
Diego Biston Vaz, kurator senior ikan di Natural History Museum London juga mengutip data survei Indonesia yang dikumpulkan sejak 2001 itu.
Walau dia tidak terlibat dalam penelitian tersebut, dia berpendapat “masuk akal” jika IUCN menyatakan ikan ini telah punah secara resmi tahun lalu.
Namun tetap saja ini kabar ini mengejutkan karena ini adalah kepunahan spesies ikan laut pertama yang secara resmi dikaitkan dengan aktivitas manusia.
Manusia telah menyebabkan hilangnya setidaknya 198 spesies vertebrata sejak tahun 1900, termasuk berbagai spesies ikan yang ditemukan di sungai dan danau.
Namun spesies-spesies tersebut hidup di daratan atau air tawar, ekosistem yang cenderung menanggung beban dari aktivitas manusia.
Sebaliknya, lautan di planet ini sangat luas dan kepunahan ini berarti kita mulai menjelajahi dasar laut dengan sangat detil.
Menurut Catherine Macdonald dari Program Penelitian dan Konservasi Hiu Universitas Miami, ada satu kemungkinan alasan mengapa pari Jawa menjadi satu-satunya spesies laut yang dinyatakan punah.
Itu karena habitat laut memberikan peluang yang jauh lebih besar bagi organisme untuk menghindari pengaruh manusia dengan cara berpindah ke wilayah yang belum tersentuh.
“Bahkan ketika manusia sudah sangat menjamah pesisir, masih ada bagian laut yang secara historis tidak dapat diakses oleh manusia,” kata Macdonald.
Macdonald menambahkan bahwa hiu dan pari membutuhkan waktu yang lama untuk berkembang biak.
Kerabat dekat ikan pari Jawa mungkin hanya menghasilkan keturunan sekali atau dua kali dalam setahun, kata Constance.
Itu berarti setiap gangguan terhadap populasi spesies ini akibat dampak manusia, seperti penangkapan ikan, bisa berdampak buruk.
Constance menduga bahwa keberadaan pari Jawa pada area yang relatif kecil yang terdampak signifikan oleh aktivitas penangkapan ikan.
Saya bertanya apakah mungkin ada penyakit atau peristiwa alam lain yang menjadi penyebab penurunan spesies ini.
“Kami tidak bisa memastikan 100%,” katanya.
“Saya pikir, sebagian besar faktornya adalah kita.”