Selain itu, saat pengujian, baterai ini ditusuk jarum baja ukuran 5 mm secara bersamaan. Setelah dibiarkan selama 1 jam, diklaim tak ada efek buruk yang terjadi.
Baterai baru itu juga menjalani pengujian dengan ditembak peluru 5,8 mm, tapi tidak menimbulkan ledakan atau kebakaran.
Tak hanya itu, baterai short blade itu juga menjalani pengujian dengan direndam dengan air laut, dibakar, diletakkan di lingkungan dingin, dipukul dari samping, hingga ditiban beban seberat 26 ton. Geely mengatakan, semua fitur keselamatan memungkinkan baterai tampil cemerlang.
Namun, Geely belum mengumumkan kapan akan mulai memproduksi kendaraan listrik dengan baterai baru tersebut.
(Erha Aprili Ramadhoni)