JAKARTA - Sejumlah produsen otomotif Jepang tengah diguncang skandal. Hal itu setelah otoritas terkait Jepang menemukan penyelewengan sertifikasi keamanan yang dilakukan para produsen.
Melansir Carscoops, Kamis (6/6/2024), Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata Jepang (MLIT) meluncurkan penyelidikan terhadap praktik produsen mobil domestik lainnya sejak 2014.
Dari penyelidikan tersebut, produsen Jepang telah melakukan tindakan penipuan di bidang tipe permohonan persetujuan untuk model tertentu. Akibatnya, mereka terpaksa menghentikan produksi, pengiriman, dan penjualan kendaraan yang terkena dampak yang saat ini ditawarkan di pasar.
Berikut produsen Jepang yang diguncang skandal :
1. Toyota
Dimulai dengan Toyota, produsen mobil terbesar di Jepang tersebut mengakui telah mengirimkan data palsu dalam uji keselamatan pejalan kaki dan penumpang untuk Corolla Fielder, Corolla Axio, dan Yaris Cross, yang semuanya saat ini sedang dalam tahap produksi.
Selain itu, penyelidikan internal mereka mengungkapkan adanya gangguan pada uji tabrakan untuk model yang dihentikan produksinya seperti Crown, Isis, Sienta, dan Lexus RX.
Terlepas dari masalah ini, Toyota mengatakan, verifikasi internal telah memastikan kepatuhan terhadap semua peraturan keselamatan untuk kendaraan yang terkena dampak, sehingga tidak diperlukan tindakan lebih lanjut dari pemilik.
2. Mazda
Mazda mengungkapkan, perangkat lunak kontrol mesin roadster MX-5 RF dan hatchback subkompak Mazda2 ditulis ulang selama pengujian keluaran resmi. Perusahaan juga telah menerapkan modifikasi yang tidak tepat pada kendaraan uji tabrak Atenza/Mazda6 yang dihentikan, dan Axela, meskipun model produksinya memenuhi standar keselamatan.