Sejarah dan Mitologi Seputar Gerhana Matahari Total

Rahman Asmardika, Jurnalis
Kamis 04 April 2024 17:27 WIB
Foto: NASA.
Share :

Di Mesir kuno, ular Apep, roh jahat dan kekacauan, dikatakan menelan dewa Matahari Ra, sehingga membutuhkan pasukan dewa lain untuk melawan Apep dan membelahnya untuk melepaskan Ra dan mencegah dunia jatuh ke dalam kegelapan. 

Bangsa Viking percaya bahwa gerhana terjadi ketika serigala Skoll, yang mengejar dewi Matahari Sol melintasi langit, akhirnya menyusulnya. Jika Skoll berhasil menelan Sol dan menjerumuskan dunia ke dalam kegelapan, itu menandakan dimulainya Ragnarok, pertarungan antara para dewa dan akhir dunia. 

Dalam mitologi Hindu, pertarungan antara Surya, Matahari, dan setengah dewa Rahu yang berusaha mendapatkan keabadian. Dalam salah satu versi mitos, Rahu dipenggal atas usahanya dan kepalanya terus mengejar Surya, berusaha melahapnya. 

Di Tiongkok kuno, mitos menceritakan tentang seekor naga yang menelan Matahari, sedangkan mitos di Amerika Selatan menceritakan tentang macan tutul. Di Vietnam, ada katak raksasa yang menelan matahari, dan di Korea, sekawanan anjing. 

Satu kesamaan dari mitos-mitos ini adalah tanggapannya, yang mendesak orang-orang yang menyaksikan gerhana untuk menabuh genderang, menggedor panci dan wajan, atau membuat keributan besar untuk menakut-nakuti makhluk yang mencoba menelan cahaya tersebut. 

Namun, tidak semua penjelasan tentang gerhana bersifat negatif. Suku Tlingit di Amerika Utara percaya bahwa Matahari dan Bulan akan mempunyai lebih banyak anak, mengacu pada bintang dan planet yang tampak terlihat selama gerhana namun tidak dapat terlihat jika tidak. 

Di Afrika, masyarakat Battammaliba melihat gerhana sebagai Matahari dan Bulan yang sedang berkelahi dan menganggapnya sebagai tanda untuk mengesampingkan dendam dan mengakhiri perseteruan. 

Suku Inuit, Matahari dan Bulan adalah kakak beradik yang saling bertarung. Gerhana berarti Bulan, Annigan, telah menyusul Malina, Matahari. 

Di Suriname, suku Kalina juga percaya bahwa Matahari dan Bulan adalah saudara kandung yang sedang bertengkar dan gerhana berarti pertarungan tersebut menjadi sengit, dimana yang satu saling menjatuhkan. 

Dalam mitologi Jerman, Matahari dan Bulan menikah dan gerhana adalah momen bersatunya pasangan tersebut. Warga Tahiti punya mitos serupa, menceritakan tentang Matahari dan Bulan sepasang kekasih yang tersesat pada suatu momen. 

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya