JAKARTA – Gerhana Matahari total (GMT) yang akan berlangsung pada 8 April 2024 merupakan momen yang ditunggu-tunggu, terutama bagi banyak orang di Amerika Utara yang tinggal di jalur totalitas dan dapat menyaksikan peristiwa ini secara langsung.
Fenomena gerhana Matahari memang merupakan sebuah peristiwa yang memiliki daya tarik sepanjang sejarah manusia. Gerhana Matahari muncul dalam catatan sejarah dan mitologi di berbagai peradaban sejak ribuan tahun lalu.
Sejarah gerhana Matahari
Dilansir KDVR, gerhana Matahari definitif tertua yang tercatat terjadi sekira 1200 SM, ketika juru tulis di Tiongkok mencatat gerhana pada tulang lembu dan cangkang kura-kura. Namun mungkin saja ada catatan lebih awal mengenai serangkaian petroglif berbentuk spiral dan melingkar yang ditemukan di Irlandia yang berasal dari 3340 SM.
Catatan gerhana telah dicatat dalam petroglif yang dibuat oleh masyarakat Pueblo awal serta Maya, yang menyimpan banyak catatan tentang peristiwa astronomi. Teks agama juga menyebutkan gerhana, termasuk Alkitab dan Alquran, dan menghubungkannya dengan peristiwa penting.
Gambaran bulan merah setelah penyaliban Yesus tampaknya menggambarkan gerhana bulan, dan dalam Al-Qur'an, gerhana Matahari dikatakan terjadi sebelum kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Mitologi Gerhana Matahari
Meskipun orang-orang zaman dahulu mungkin belum memahami ilmu pengetahuan di balik gerhana seperti yang kita pahami di zaman modern, ada banyak penjelasan yang ditawarkan dalam mitos dan cerita rakyat.
Bagi banyak kebudayaan kuno, gerhana Matahari adalah tanda malapetaka atau kehancuran. Orang Yunani kuno melihat gerhana Matahari sebagai pertanda para dewa sedang marah kepada raja.
Kebudayaan lain memiliki legenda terkait dengan hilangnya tersebut, banyak yang menggambarkan dewa atau entitas lain menelan matahari untuk menjelaskan kegelapan yang tiba-tiba.