JAKARTA - Banyak perusahaan otobus (PO) di Sumatera dikelola oleh orang Minangkabau karena sejarah dan karakteristik masyarakat Minangkabau yang gemar merantau dan berbisnis.
Mengapa demikian? Dilansir dari berbagai sumber, Kamis (22/02/2024), Sumatera Barat, sebagai lokasi asal orang Minangkabau, memiliki posisi strategis di tengah Pulau Sumatera. Kota-kota seperti Bukittinggi, Padang Panjang, dan Solok menjadi jalur persimpangan yang menghubungkan bagian utara dan selatan Sumatera.
Selain itu, mobilitas tinggi masyarakat Minangkabau mendorong mereka untuk berdagang dan berbisnis di luar kota, bahkan hingga ke wilayah-wilayah seperti Medan, Pekanbaru, Palembang, Jakarta, dan Bandung.
Oleh karena itu, bus tujuan Sumatera Barat cenderung memiliki load penumpang yang tinggi.
Tradisi bisnis dan kewirausahaan dalam masyarakat Minangkabau juga telah terbentuk sejak lama, termasuk dalam sektor transportasi. Ketika Belanda membuka jalur darat di Sumatera, orang Minangkabau yang sudah mahir dalam transportasi laut beralih ke bisnis perusahaan otobus.
Salah satu contoh perusahaan otobus yang didirikan oleh orang Minangkabau adalah Perusahaan Otobus Naikilah Perusahaan Minang (NPM), yang sudah beroperasi sejak tahun 1937, bahkan sebelum Indonesia merdeka.