Luther mengatakan, prebook dilakukan sebagai strategi dari BYD untuk menarik minat konsumen. Menurutnya, ini menjadi cara untuk mengetahui pasar mobil listrik di Indonesia.
“Saya harus bilang kita dapat order ratusan, saya belum bisa pastikan datanya tapi sudah ratusan dari tanggal 18. Itu customer tidak tahu harga, dan bahkan tidak ada test ride. Namun ada antusiasme tinggi dan kita liat sebagai market expectation,” ucapnya.
“Yang penting kita mau lihat dulu market penerimaannya gimana jadi kita gak liat prebook itu suatu paksaan dan sebagai reaksi market,” tuturnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)