3. Manfaatkan cerium oxide
Selain kompon, bisa juga memanfaatkan bahan kimia lainnya, yaitu cerium oxide (serium oksida). Bahan kimia satu ini berbentuk serbuk berwarna kekuningan dan memiliki fungsi sebagai pemoles kaca.
Cerium oxide juga mampu memberikan efek bersih sehingga kaca mobil pun akan terlihat lebih jernih setelah pemolesan. Cara penggunaannya pun sangatlah mudah.
Pertama, bersihkan bagian kaca yang baret. Kemudian, basahi permukaan kaca dan amplas secara perlahan hingga permukaan kaca mobil.
Setelah permukaan kaca siap, kini waktunya membuat cairan cerium oxide. Campurkan cerium oxide dengan air hingga mengental. Poles kaca dengan campuran tersebut menggunakan kuas atau kain lembut.
Gosok perlahan sambil ditekan agar cairan meresap. Terakhir, bersihkan permukaan kaca dengan kain lembut yang bersih.
4. Memakai ammonia
Cara menghilangkan baret kaca mobil yang ketiga adalah dengan memakai ammonia. Sama seperti kompon dan cerium oxide, ammonia pun merupakan bahan kimia.
Ammonia juga mudah digunakan. Cukup campurkan ammonia dengan air hingga rata. Aplikasikan cairan tersebut pada permukaan kaca yang baret dengan menggunakan alat pemoles atau kain yang lembut dan bersih.
Gosok pelan-pelan kaca mobil yang baret sambil sesekali ditekan. Diamkan beberapa saat, baru kemudian bersihkan.
5. Rutin melakukan perawatan
Sebelum rusak karena baret, ada baiknya selalu melakukan perawatan pada kaca mobil. Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah mengecek kondisi karet wiper secara rutin.
Setidaknya tiap enam bulan sekali. Jika terasa keras dan kasar, segera ganti agar tidak “melukai” kaca mobil. Atau jika belum sempat membeli yang baru bisa olesi permukaan wiper dengan kompon.
Cara ini bisa menahan karet wiper selama kurang lebih satu bulan. Sebelum itu, segera membeli karet yang baru. Jangan lupa untuk selalu bersihkan kaca depan mobil dan bagian lainnya dari debu dan kotoran.
(Imantoko Kurniadi)