JAKARTA – Smishing merupakan gabungan dari SMS dan phising. Hal ini merupakan Teknik penipuan phising yang akan memanfaatkan pesan singkat atau SMS, untuk bisa mendapatkan data pribadi pengguna.
Pelaku smishing ini akan mengirimkan pesan berisikan link atau lampiran yang bisa membuat korban penasaran, dan berakhir mengklik link dari SMS yang diterima. Biasanya mereka akan meminta Nomor Kartu ATM, PIN, Kode OTP, atau pun data pribadi lainnya.
Maka dari itu, cara paling sederhana untuk terhindar dari penipuan ini adalah dengan menghapus pesan yang diterima. Selain itu, seperti yang dilansir dari beberapa sumber pada Senin (30/10/2023), ada cara yang cukup sederhana lainnya yang bisa dilakukan untuk menghindari serangan smishing, sebagai berikut.
1. Periksa pengirim pesan
Jika mendapatkan pesan yang mencurigakan, periksa siapa yang mengirim pesan tersebut. Apabila nomor tidak dikenali dan tidak ada pada kontak, cek nomor tersebut melalui pencarian Google.
Kemungkinan besar sudah banyak korban lain yang menerima pesan serupa dari nomor yang sama. Beberapa orang biasanya akan memposting nomor tersebut di situs web nomor penipuan.
2. Jangan membalas pesan atau menelepon
Jika Anda yakin pesan tersebut berasal dari nomor penipuan, jangan pernah membalas pesan atau bahkan menelepon nomor pengirim pesan. Hal ini bisa saja membuat nomor Anda semakin banyak diserang dengan pesan penipuan. Pasalnya, banyak penipu yang sebenarnya tidak tahu apakah nomor yang dikirimkan pesan ini benar-benar aktif.
3. Jangan klik tautan link yang tertera di pesan
Penipu tidak akan terang-terangan meminta data pribadi Anda, melainkan dengan sebuah link yang akan menarik minat Anda untuk mengklik dan mengunduh virus ke ponsel. Virus ini yang berpotensi pelaku bisa mencuri informasi berharga.
Jika terlanjur mengklik link dari pesan yang mencurigakan tersebut, coba untuk memasang aplikasi antivirus. Aplikasi antivirus yang baik seharusnya bisa memblokir upaya pemasangan virus serta memblokir situs web yang berpotensi bahaya.