JAKARTA - Minyak rem mobil termasuk komponen yang memilikii peran penting dalam mendukung kenyamanan berkendara.
Ini karena pengereman mobil Anda sangat dipengaruhi oleh kualitas minyak rem itu sendiri.
Apabila tidak diganti secara rutin, maka Anda akan menghadapi risiko pengereman mobil yang tidak bekerja secara optimal.
BACA JUGA:
Lantas apa dampaknya jika minyak rem mobil jarang diganti? Yup, minyak rem memiliki fungsi utama sebagai pendorong piston pada kaliper rem.
Dorongan ini dilakukan agar membuat kampas dapat menjepit cakram sesuai tekanan saat tuas master ditarik.
Sama dengan oli, minyak rem memiliki peran sebagai pelumas yang dapat mengurangi panas dari peristiwa pergesekan logam dengan komponen pengereman pada mobil. Minyak rem juga berperan penting pada jenis pengereman hidrolik atau biasa disebut rem cakram.
BACA JUGA:
Apabila tidak memiliki minyak rem, sistem pengereman yang terdapat pada rem hidrolik akan gagal berfungsi walaupun ditarik dengan maksimal.
Selanjutnya, karena fungsinya sangat krusial, Anda sebaiknya mengganti minyak rem setiap dua tahun sekali. Pola pengereman turut mempengaruhi durasi ketahanan minyak rem.
Penggantian pada minyak rem dua tahun sekali, sangat cocok untuk Anda yang berkendara di jalan tol dan tidak sering melakukan pengereman.