Selain Red Alert, tercatat juga setidaknya ada tiga aplikasi lain yang terpengaruh, yang mana pesan yang dikirimkan kali ini memperingatkan akan adanya bom nuklir.
Beberapa situs web pemerintah Israel pun turut dilumpuhkan oleh serangan dunia maya, dengan satu kelompok peretas bertugas menutup 20 situs hanya dalam satu hari.
The Jerusalem Post, sebuah surat kabar harian Israel, juga menjadi sasaran pada Minggu lalu ketika situsnya tidak bisa diakses. Menyebabkan pengguna tidak bisa mengetahui informasi terkini.
(Saliki Dwi Saputra )