INDIA telah memperingkat warga mereka atas bahaya malware yang menyerang pengguna Android. Bahkan malware tersebut dikabarkan dapat mengambil data pribadi hingga mengontrol penuh perangkat korbannya.
Controller General of Defense Accounts, departemen yang berada di Kementerian Pertahanan India, merilis penyataan soal malware jarak jauh yang disebut DogeRAT, yang sebelumnya juga diinformasikan oleh startup keamanan siber CloudSEK.
Pernyataan itu mengatakan bahwa malware tersebut menargetkan pengguna Android yang sebagian besar berlokasi di India. Ia didistribusikan melalui media sosial dan platform berbagi pesan sebagai aplikasi lega seperti ChatGPT, Opera Mini, YouTube, Netflix, dan Instagram.
“Setelah diinstal pada perangkat korban, malware tersebut akan mendapatkan akses ke data sensitif, termasuk kontak, pesan, dan kredensial perbankan,” demikian bunyi peringatan pemerintah India pada 24 Agustus lalu, dikutip dari TechCrunch, Sabtu (9/9/2023).
Nantinya malware ini akan mengambil alih perangkat yang terinfeksi dan memungkinkan peretas mengirim spam, melakukan pembayaran tidak sah, mengubah file, dan bahkan mengambil foto, penekanan tombol hingga melacak lokasi pengguna dan merekam suara.
Meskipun asal mula ancaman masih belum diketahui, peringatan tersebut menyoroti bahwa sekelompok penjahat dunia maya menggunakan aplikasi Telegram untuk menyebarkan aplikasi palsu dari ChatGPT, Instagram, Opera Mini, dan YouTube.