Sebelumnya, para ilmuwan telah menemukan sembilan spesies fosil dinosaurus yang berbeda dari Prancis, Spanyol, Austria, Hungaria, dan Rumania.
Felix Augustin juga menambahkan bahwa spesies Rhabdodontid pertama diberi nama ilmiah sudah lebih dari 150 tahun yang lalu, dan kemudian terakhir baru-baru ini pada November 2022. Masih banyak yang harus dipelajari secara mendalam mengenai spesies dinosaurus ini meski telah memiliki sejarah penelitian panjang. Ini disababkan penggambaran tentang dunia dinosaurus masih sangat bias pada jenis dinosaurus di Amerika Utara dan Asia yang terkenal.
Rhabdodontids dari Eropa Barat punah 69 juta tahun yang lalu, mungkin sebagai akibat dari perubahan lingkungan yang mempengaruhi tanaman yang mereka makan. Di sisi lain, dinosaurus Eropa Timur hidup jutaan tahun lebih lama dan merupakan salah satu dinosaurus non unggas terakhir yang masih hidup pada akhir Periode Kapur.
Para peneliti masih mencari kerangka Rhabdodontid yang lengkap karena fosil dinosaurus Kapur Akhir lebih sedikit ditemukan di beberapa bagian Eropa daripada di Amerika Utara atau Asia. Mereka umum ditemukan selama masa Kapur di Eropa, tetapi informasi lebih lanjut tentang proporsi tubuh, postur, alat gerak, dan kebiasaan makan mereka masih menjadi misteri bagi para ahli paleontologi.
Menurut Felix Augustin, mayoritas fosil Rhabdodontid yang baru ditemukan dan sudah diawetkan dengan baik di Eropa selama beberapa dekade sebelumnya masih perlu diteliti. Sebuah proyek penelitian kolaboratif sedang berlangsung untuk menemukan lebih banyak tentang evolusi dan cara hidup dinosaurus yang menarik. (Taja Aurora Bianca)
(Saliki Dwi Saputra )