10 Pekerjaan yang Bakal Kalah Saing oleh Kemampuan AI

Tangguh Yudha, Jurnalis
Kamis 01 Juni 2023 07:08 WIB
Ilustrasi AI. (Foto: Shutterstock)
Share :

SEMAKIN berkembangnya kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), digadang-gadang dapat menggeser banyak posisi pekerjaan. Banyak ahli yang khawatir ini terjadi dalam waktu dekat.

Sejumlah studi mencatat ada cukup banyak daftar pekerjaan yang rentan digantikan dengan AI. Saking banyaknya, studi yang dilakukan Universitas Oxford menemukan bahwa 47% pekerjaan AS dapat dihilangkan oleh AI.

Studi lain, yang dilakukan Goldman Sachs baru-baru ini menemukan bahwa AI generatif bahkan dapat memengaruhi 300 juta pekerjaan penuh waktu di seluruh dunia. Ini disebut dapat menyebabkan gangguan di pasar kerja.

Nah buat yang penasaran pekerjaan apa saja yang berisiko digeser oleh kecerdasan buatan, berikut ini adalah daftar 10 pekerjaan yang terancam oleh AI, seperti dihimpun dari Business Insider.

1. Pekerjaan media

Di urutan pertama ada pekerjaan media. Ini berlaku untuk seluruh bidang termasuk dalam periklanan, penulisan teknis, jurnalisme, dan peran apa pun yang melibatkan pembuatan konten.

itu karena AI mampu membaca, menulis, dan memahami data berbasis teks dengan baik. Menganalisis dan menginterpretasikan sejumlah besar data dan informasi berbasis bahasa adalah keterampilan AI.

2. Pekerjaan industri hukum

AI dapat memengaruhi pekerja hukum di AS, menurut laporan Goldman Sachs baru-baru ini. Itu karena jumlah pekerjaan di layanan hukum relatif kecil dan sudah sangat terpapar otomatisasi AI sebelum munculnya alat AI baru.

Seperti peran media, pekerjaan di industri hukum seperti paralegal dan asisten hukum bertanggung jawab untuk mengonsumsi informasi dalam jumlah besar, yang mana ini adalah makanan utama dari AI.

3. Analis riset pasar

AI sangan pandai dalam menganalisis data dan memprediksi hasil. Itulah mengapa posisi analis riset pasar mungkin rentan terhadap perubahan yang didorong oleh AI.

Analis riset pasar bertanggung jawab untuk mengumpulkan data dan mengidentifikasi tren dalam data tersebut. Itu adalah hal-hal yang sekarang kita lihat dapat ditangani oleh AI.

4. Guru

AI generatif seperti ChatGPT bisa menjawab hampir semua pertanyaan rumit. Bahkan saat ini banyak siswa yang menggunakan ChatGPT di dalam kelas, yang mana padahal di sana ada sosok guru yang bisa menjadi sumber ilmu.

Meskipun saat ini ChatGPT masih memiliki bug dan ketidakakuratan dalam hal pengetahuan, ini dapat dengan mudah diperbaikil. Menurut para ahli, pada dasarnya, manusia hanya perlu melatih ChatGPT agar lebih pintar.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya