Meski demikian, Cipto menyebut dua kendala itu tidak boleh dijadikan alasan bagi Indonesia untuk terus tertinggal. Ia mengatakan pengembang game Indonesia harus terus berproses dan belajar.
"Perjalannya memang jauh dan bertahap. Tapi kita lihat ada langkah-langkah yang meningkat di industri game lokal,* pungkasnya.
Dia melanjutkan, developer game lokal memang cukup banyak yang mulai di mobile karena sebagian besar orang Indonesia main game di smartphone. Hanya saja, kompetisi di game mobile memang sangat tinggi, sehingga sangat sulit untuk menembus pasar internasional.
"Mulai dari sekitar tiga tahun lalu, pembuat game lokal itu mulai berubah, pindah ke jualan game buat PC sama konsol. Nah di sini kita lihat lebih banyak kesuksesan. Dan jualannya export," lanjutnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)