Game Lokal yang Tembus Global Bisa Raup Rp150 Miliar dalam Sebulan

Tangguh Yudha, Jurnalis
Jum'at 12 Mei 2023 11:11 WIB
Ilustrasi Game. (Foto: Shutterstock)
Share :

BANYAK game buatan anak bangsa rupanya lebih laris di luar negeri. Setiap tahunnya, ada game lokal yang penjualannya meledak di luar negeri. Tak tanggung-tanggung, angka yang diperoleh juga sangat besar.

Ketua Umum Asosiasi Game Indonesia (AGI), Cipto Adiguno mengungkapkan, game yang berhasil di luar negeri akan memperoleh uang miliaran. Hanya saja, Cipto menyebut ada dua kendala utama yang dihadapi Indonesia untuk bisa menembus pasar internasional.

"Pertama itu duit. Game yang paling populer di Indonesia dapet duitnya USD15-20 juta dalam dua bulan. Itu berarti Rp300 miliar. Melawan game yang seperti itu kita harus bikin game dengan budget berapa untuk berkompetisi," kata dia kala ditemui di Jakarta.

Adapun menyebutkan beberapa game yang sukses besar di kancah internasional. Misalnya game Coffee Talk, Coral Island, hingga Potion Permit.

Menurut Cipto, pengembang game Indonesia selalu kesulitan melawan pesaing dari negara lain lantaran mereka punya modal yang kuat. Sementara untuk faktor kedua, yakni sumber daya berkualitas Indonesia jumlahnya masih sedikit.

"Kalau di luar negeri yang namanya orang udah expert bikin game, 30 tahun kerja di game. Di Iindonesia yang paling berpengalaman pun paling baru 15 tahun. Jadi masih sangat jauh skillnya," lanjut Cipto.

Meski demikian, Cipto menyebut dua kendala itu tidak boleh dijadikan alasan bagi Indonesia untuk terus tertinggal. Ia mengatakan pengembang game Indonesia harus terus berproses dan belajar.

"Perjalannya memang jauh dan bertahap. Tapi kita lihat ada langkah-langkah yang meningkat di industri game lokal,* pungkasnya.

Dia melanjutkan, developer game lokal memang cukup banyak yang mulai di mobile karena sebagian besar orang Indonesia main game di smartphone. Hanya saja, kompetisi di game mobile memang sangat tinggi, sehingga sangat sulit untuk menembus pasar internasional.

"Mulai dari sekitar tiga tahun lalu, pembuat game lokal itu mulai berubah, pindah ke jualan game buat PC sama konsol. Nah di sini kita lihat lebih banyak kesuksesan. Dan jualannya export," lanjutnya.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya