JAKARTA – Kemudi atau setir adalah salah satu komponen penting pada mobil. Komponen ini berfungsi untuk mengendalikan laju kendaraan. Masalah pada komponen ini dapat membahayakan pengemudi ketika berkendara.
Masalah yang kerap ditemui pada setir kendaraan adalah getaran yang membuat laju kendaraan tidak sesuai dengan arah kemudi. Hal ini dapat membahayakan jika dibiarkan, terlebih lagi jika berkendara dalam kecepatan tinggi.
Dikutip dari Auto2000, berikut delapan penyebab setir mobil tidak stabil yang wajib diketahui pemilik mobil untuk menghindari kecelakaan:
1. Kaki mobil aus
Ketika kemudi atau setir mobil tidak stabil pemilik kendaraan bisa mengecek pada bagian kaki-kaki mobil. Bisa saja kaki mobil mengalami aus sehingga suspense mobil tidak berjalan dengan optimal dan membuat setir tidak stabil.
2. Masalah pada balljoint
Komponen balljoint pada mobil berfungsi untuk menghubungkan roda dengan shockbreaker. Ketika komponen ini longgar atau aus dapat mempengaruhi akurasi dari kemudi atau setir dan membuat kendaraan tidak stabil.
3. Sudut toe out terlalu lebar
Toe Out merupakan sudut antara roda depan dengan garis tengah mobil. Jika jaraknya terlalu lebar dapat membuat setir mobil tidak stabil dan membuat kendaraan sulit dikendalikan. Hal ini kerap terjadi ketika mobil sering dipakai melewati jalanan tidak rata atau bergelombang.
4. Kampas rem habis
Bagian ini kerap disepelehkan pemilik kendaraan. Ketika kampas rem habis, maka tidak hanya masalah memperlambat kendaraan saja yang bermasalah tapi juga membuat setir mobil tidak stabil.
5. Masalah piston rem
Piston rem juga dapat mempengaruhi kinerja setir mobil. Fungsi dari piston rem adalah untuk mendorong kampas rem ke cakram atau drum saat rem diinjak. Masalah piston rem bisa terjadi ketika pompa tidak berfungsi dengan baik.
6. Pelek mobil penyok
Masalah lain yang mengganggu kinerja setir adalah pelek mobil. Ketika pelek mobil penyok akan membuat setir mudah goyang dan sulit dikendalikan.