Salah satu burung tersebut adalah burung Beo Abu-Abu Afrika bernama Alex. Alex dilatih untuk memahami dan menggunakan bahasa. Di akhir hidupnya, Alex bisa menyebutkan 50 benda, tujuh warna, dan enam bentuk. Dia bahkan bisa menghitung sampai delapan!
Tahukah Anda bahwa burung beo tidak memiliki pita suara seperti manusia? Burung beo tidak mendorong udara melalui pita suara untuk menciptakan suara. Sebaliknya, mereka menggunakan otot-otot di tenggorokan mereka untuk mengarahkan udara melewati trakea (batang tenggorokan). Mereka membuat suara yang berbeda dengan mengubah kedalaman dan bentuk trakea.
Burung beo bukan satu-satunya burung yang bisa belajar menirukan suara. Beberapa burung lain juga dapat "berbicara" seperti gagak, parkit Ringneck India, burung budgie, dan kakatua.
Lantas, mengapa beberapa burung meniru suara yang mereka dengar, itu karena mereka adalah makhluk sosial. Mereka merasa perlu berinteraksi dan menyesuaikan diri dengan orang-orang di sekitarnya. Ketika dipelihara sebagai hewan peliharaan, burung-burung ini menganggap pemiliknya sebagai keluarga dan ingin berkomunikasi dengan mereka.
Karena pemilik manusia tentunya tidak bisa berkomunikasi dalam bahasa burung, maka burung akan mempelajari bahasa pemiliknya. Mimikri adalah cara bagi mereka untuk mendapatkan perhatian dan berinteraksi dengan pemiliknya.
(Andera Wiyakintra)