JAKARTA - Serangan siber yang menargetkan institusi pemerintahan bukanlah hal baru, bahkan sudah menyentuh tingkat keparahan baru. Kasus terbaru menimpa negara Vanuatu yang mengakibatkan seluruh negara offline selama beberapa bulan.
Serangan siber diterima Vanuatu sejak awal November 2022. Rincian tentang sifat serangan belum jelas, namun hingga saat ini baru sekitar 70% layanan pemerintah yang berhasil pulih dan sudah bisa digunakan kembali.
Dilansir dari TechSpot, Selasa (13/12/2022), pemerintah Vanuatu yang baru terpilih mulai menyadari adanya masalah dengan sistem komputer resmi pada hari pertama masa jabatannya pada 6 November. Akhirnya, semua layanan komputer pemerintah dinonaktifkan.
Pejabat tidak dapat mengakses akun email pemerintah, warga tidak dapat memperbarui SIM atau membayar pajak, dan informasi medis dan darurat menjadi tidak dapat diakses. Untuk banyak fungsi sehari-hari, negara telah kembali ke pulpen dan kertas.
Pemerintah mengakui bahwa mereka mendeteksi pelanggaran dalam sistem yang terhubung secara terpusat pada awal November. Beberapa sumber, termasuk pers di Australia terdekat, mengirim spesialis untuk membantu memperbaiki sistem.