Jika negara Indonesia, bukan hanya pemerintah tapi mencakup semua stakeholder yang ada tidak melakukan tindakan yang tepat justru akan menjadi ancaman di masa depan, di mana potensi akan terjajahnya masyarakat Indonesia secara digital. Hal tersebut berbahaya karena dijajah secara digital membuat masyarakat Indonesia terjajah dalam berbagai aspek, bukan hanya ekonomi saja.
Wishnutama berikan contoh sederhana mengenai bahaya digitalisasi “Mungkin google lebih mengenal Prabu Revolusi disbanding istrinya hari ini.” Ujarnya.
“Giant tech, mengerti atau mengenal seseorang secara keseluruhan. Masa depan 2030, itu akan mengontrol segala hal yang ada didalamnya. Siapa yang akan mengontrol adanya digital ini? The government of China mereka sudah melihat hal ini, sudah ada TikTok.” Sambungnya dengan lantang.
Sebelum menutup pembahasan diskusi, narasumber menegaskan bahwa bangsa Indonesia secara komprehensif harus mengetahui kemana ekonomi digital mengarah. Bisa jadi perusahaan digital besar yang memegang data penduduk dunia saat ini menggunakan data yang mereka punya untuk keuntungan mereka.
Diakhir, Wishnutama melempar pertanyaan menarik, “Dalam G20 ekonomi digital harus menjadi pilar, apakah Indonesia bisa?"
(Ahmad Muhajir)