WMO Ungkap Tren Panas Ekstrem di Eropa Bikin Peneliti Bingung

Tangguh Yudha, Jurnalis
Senin 07 November 2022 13:06 WIB
WMO ungkap tren panas ekstrem di Eropa bikin peneliti bingung (Foto: Reuters)
Share :

Para peneliti tidak tahu persis mengapa Eropa memanas begitu cepat. Namun, Samantha Burgess, wakil direktur untuk layanan perubahan iklim di Copernicus mengatakan, pemanasan mungkin ada hubungannya dengan kedekatan Arktik, yang sejauh ini merupakan wilayah pemanasan tercepat di dunia.

"Kita tahu bahwa Arktik memanas sekitar tiga kali lebih cepat daripada rata-rata global. Ini sudah 3 derajat Celcius, lebih hangat daripada di masa pra-industri. Cukup rumit untuk mengungkap alasan ilmiah di balik mengapa pemanasan terjadi jauh lebih cepat di sana," ungkap Burgess.

Pemanasan Arktik, yang mungkin meluas ke Eropa, mungkin ada hubungannya dengan perubahan albedo Bumi, kemampuannya untuk memantulkan sinar Matahari, yang berbeda untuk permukaan yang tertutup es dan yang tertutup air.

Sementara es bertindak seperti cermin, memantulkan sebagian besar radiasi yang masuk dari permukaan, kolam air yang terbentuk di atas es yang mencair sebagai akibat dari pemanasan yang berlangsung menyerap panas, menyebabkan pemanasan lebih lanjut.

Antartika, kemungkinan karena massa daratan yang mendasarinya, tampaknya lebih terlindungi dari efek terburuk ini. Laporan WMO baru menyatakan, terlepas dari upaya pengurangan emisi, suhu di semua wilayah Eropa akan terus meningkat pada tingkat yang lebih tinggi dari rata-rata global.

"Frekuensi dan intensitas panas ekstrem, termasuk gelombang panas laut, telah meningkat dalam beberapa dekade terakhir dan diproyeksikan akan terus meningkat terlepas dari skenario emisi gas rumah kaca," kata Copernicus dalam pernyataannya.

"Ambang batas kritis yang relevan untuk ekosistem dan manusia diproyeksikan akan terlampaui untuk pemanasan global 2 derajat Celcous dan lebih tinggi," tambahnya.

Meski demikian, kabar baiknya adalah bahwa Eropa juga memimpin dalam upaya mitigasi emisi gas rumah kaca. Di seluruh Uni Eropa, emisi gas rumah kaca menurun sebesar 31% antara tahun 1990 dan 2020, dengan target pengurangan bersih sebesar 55% untuk tahun 2030.

(Ahmad Muhajir)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya