Gigi mereka sangat tajam, menjadikannya sebagai primata karnivor seutuhnya. Makanan utama primata ini adalah serangga, tetapi juga bisa memangsa kalelawar, ular, hingga burung kecil di habitatnya.
Penampakan tarsius sendiri, seperti perpaduan antara monyet dan burung hantu karena sturktur tengkorak kepala dan wajah yang hampir sama.
Hewan ini memilki kemampuan penglihatan yang sangat baik walaupun dengan konsentrasi cahaya yang sangat rendan, serta leher tarsius dapat diputar 180 derajat, hal ini menjadikannya sebagai hewan nokturnal yang sangat evolusioner.
Saat ini, jumlah populasi tarsius belum diketahui pasti (vurnerable) dan masuk dalam daftar merah spesies terancam punah yang diumumkan oleh IUCN. Kerusakan habitat maupun perdagangan satwa illegal yang terjadi mengakibatkan turunmya populasi tarsius secara massal.
(Ahmad Muhajir)