Misalnya, wanita lebih mungkin daripada pria untuk menjadi vegetarian, dan mengalami depresi. Namun, penelitian di Brasil memperhitungkan jenis kelamin, mengesampingkan variabel ketiga khusus ini.
Salah satu variabel yang tidak diperiksa, tetapi secara masuk akal terkait dengan vegetarianisme dan depresi adalah paparan gambar kekerasan dari industri daging. Mencegah kekejaman terhadap hewan merupakan alasan yang paling sering dikemukakan oleh para vegetarian untuk menghindari daging.
Dokumenter seperti Dominion dan Earthlings, yang menggambarkan kekejaman dalam industri daging, tidak dapat dengan mudah digambarkan sebagai film yang menyenangkan.
Orang dapat dengan mudah membayangkan bahwa seseorang yang mengkonsumsi media semacam ini akan menjadi vegetarian, dan terutama ketika kebanyakan orang memilih untuk melihat ke arah lain, menjadi depresi.
Ada beberapa kemungkinan alasan untuk hubungan antara vegetarisme dan depresi. Studi baru ini menunjukkan bahwa nutrisi vegetarian bukanlah penyebab depresi. Sebaliknya, pengalaman sosial vegetarian dapat berkontribusi pada depresi.
Depresi dapat menyebabkan peningkatan kemungkinan menjadi vegetarian, atau vegetarianisme dan depresi dapat disebabkan oleh variabel ketiga, seperti paparan citra industri daging yang kejam.
(Ahmad Muhajir)