JAKARTA - Salah satu masalah yang kerap dialami oleh pengendara mobil adalah ban pecah saat dikendarai. Ketika ban mobil pecah, keseimbangan kendaraan menjadi terganggu dan membuat kendaraan oleng ke arah ban pecah.
Ban pecah saat mobil sedang dikendarai membuat pengemudi merasa cemas, bingung dan panik. Karena, pada saat itu, posisi kemudi tidak lagi bisa untuk tetap lurus ke depan. Selain itu, ketika ban pecah kendaraan membuat pergerakan sendiri mengikuti kerusakan ban.
Penyebab kerusakan ban atau ban pecah bisa bermacam-macam, seperti halnya kekurangan tekanan udara, benda tajam, ban jarang dirawat dan juga terkena benda tumpul saat dikendarai dengan kecepatan tinggi.
Meski rasa panik adalah sesuatu yang alamiah, namun ada baiknya untuk tetap mengontrol diri ketika ban mobil Anda pecah. Karena, rasa panik dapat membahayakan diri sendiri dan penumpang kendaraan Anda.
Selama ini banyak kecelakaan yang terjadi berawal dari rasa panik lantaran ban mobil pecah. Biasanya, ketika ada ban mobil yang pecah, umumnya pengemudi melakukan sesuatu yang justru membahayakan dirinya. Nah, ketika ban mobil Anda pecah, jangan lakukan enam hal ini, karena bisa mencelakai Anda.
1. Rem mendadak
Ketika ban pecah, rem mendadak tidak akan menyelamatkan Anda, tapi jusru mencelakai pengendara. Rem mendadak saat ban pecah dapat membuat perubahan arah kendaraan secara drastis. Selain itu, kendaraan juga akan lebih sulit dikendalikan ketika hendak berkendara.
2. Lepas kemudi
Meski ban sedang pecah dan kendaraan jadi susah diarahkan, usahakan jangan melepas kemudi. Sebisa mungkin tahan kemudi Anda agar kendaraan tetap berjalan lurus dan tidak berbelok arah secara berlebihan. Memastikan kendaraan tetap lurus dapat menghindarkan mobil dari kecelakaan, terutama mencegah mobil terbalik.