Pada tahun 2013 sampai 2016, Belan mencuri data dan meretas setidaknya 700 juta akun, dengan rincian 500 juta akun berasal dari Yahoo dan 200 juta sisanya berasal dari berbagai sumber lain.
Belan melakukan hal tersebut diduga atas perintah FSB atau Dinas Keamanan Rusia. Ketika hendak ditangkap, Alexsey Belan berhasil melarikan diri dari persembunyiannya yang berada di Yunani. Belan tidak pernah tertangkap dan keberadaannya tidak diketahui.
8. Albert Gonzalez
Albert Gonzalez adalah peretas kelahiran 1981 yang didakwa pada 17 Agustus 2009 atas dugaan pencurian 130 juta nomor kredit. Aksinya itu menjadikan Gonzalez sebagai salah satu hacker atau peretas berbahaya dalam sejarah Amerika Serikat.
Pria yang sebelumnya menetap di Miami itu juga meretas komputer di beberapa toko ritel dari tahun 2006 sampai 2008. Adapun perusahaan yang berhasil ia bobol adalah 7 Eleven dan Heartland Payment Systems.
Pada tahun 2008, dirinya sudah pernah didakwa karena mencuri informasi 40 juta kartu debit dan kredit dari perusahaan ternama, seperti TJ Maxx, Boston Market, dan Forever 21.
9. Adrian Lamo
Adrian Lamo berhasil menggunakan alat manajemen konten untuk melakukan modifikasi pada artikel Reuters. Rupanya, alat manajemen konten yang dimanfaatkan Lamo tidak dilindungi Yahoo.
Dalam aksi peretasannya itu, Lamo menambahkan kutipan palsu terkait dengan eks Jaksa Agung, John Ashcroft. Ia sangat terkenal dengan sebutan the homeless hacker.
Sebab, Lamo kerap melancarkan aksinya di kedai kopi atau perpustakaan. Selain Reuters, Lamo juga pernah membobol situs The New York Times, Microsoft, dan Cingular. Adrian Lamo meninggal di Kansas pada 14 Maret 2018 dalam usia 37 tahun.
10. Michael Calce
Michael Calce atau MafiaBoy merupakan peretas ternama asal Quebec, Kanada yang lahir pada 1984. Kesenangan Calce kepada dunia komputer dan elektronik dimulai ketika ia mendapatkan komputer pertamanya saat berusia 6 tahun.
Bahkan, Calce bergabung dalam kelompok peretas daring saat usianya baru menginjak 9 tahun. Pada tahun 2000, ia meretas beberapa jaringan universitas dan memanfaatkan jaringan gabungan dari sistem tersebut untuk bisa menyerang situs laman asing (luar). Sampai akhirnya, Calce menjadi incaran FBI dan diadili di Kanada.
(Ahmad Muhajir)