Kenapa Kotoran Manusia Berwarna Coklat? Penjelasan Ilmiahnya Begini

Tangguh Yudha, Jurnalis
Rabu 24 Agustus 2022 19:06 WIB
Kenapa kotoran manusia berwarna coklat? Penjelasan ilmiahnya begini (Foto: Stocksy United/Juan Moyano)
Share :

JAKARTA - Setiap manusia tentu buang air besar. Tetapi pernahkan terbesit pertanyaan kenapa kotoran berwarna coklat? Meskipun memang tidak selalu coklat, dan dari sini bisa diketahui kondisi di dalam tubuh.

Dr. David Q.H. Wang, seorang profesor kedokteran di Albert Einstein College of Medicine di New York mengatakan, kotoran berwarna coklat karena tubuh sangat pandai memastikan bahwa tidak ada makanan yang terbuang sia-sia.

Dilansir dari LiveScience, Rabu (24/8/2022), tubuh memecah hampir semua sumber energi dari apa yang kita makan, dan salah satu zat utama yang digunakan tubuh untuk memecah dan menyerap nutrisi adalah empedu.

BACA JUGA: Anjing Meneteskan Air Mata Kebahagiaan Ketika Bertemu Kembali dengan Pemiliknya

Sementara empedu itu sendiri berwarna kuning-hijau, perannya dalam pencernaan menyebabkan warna kotoran menjadi coklat. Empedu memainkan peran penting dalam pencernaan dan penyerapan nutrisi usus seperti kolesterol, lemak, dan vitamin yang larut dalam lemak.

Empedu mengandung bilirubin, yang disekresikan oleh hati dan disimpan di kantong empedu. Selama makan, empedu dilepaskan ke usus kecil. Di usus, bilirubin diubah menjadi urobilinogen dan kemudian direduksi menjadi stercobilinogen.

Baik urobilinogen dan stercobilinogen tidak berwarna. Akhirnya, stercobilinogen dioksidasi menjadi stercobilin yang diekskresikan dalam tinja. Sterkobilin bertanggung jawab atas warna coklat kotoran manusia.

"Harus ditunjukkan bahwa kotoran manusia biasanya berwarna coklat muda hingga coklat tua dan terdiri dari kombinasi turunan bilirubin, terutama sterkobilin dan beberapa urobilin," jelas Wang.

BACA JUGA: Bangkai "Kraken" Ditemukan Terdampar di Pantai Afrika

"Semakin lama stercobilin teroksidasi, feses akan semakin gelap. Warna feses juga tergantung pada kesegaran feses, konsentrasi stercobilin, dan rasio stercobilin/urobilin," sambung dia.

Lantas apa artinya jika kotoran tidak berwarna coklat? Kotoran yang berubah warna bisa menjadi tanda peringatan masalah gastroenterologis. Namun, tidak semua kotoran yang berubah warna merupakan indikasi adanya suatu masalah.

Dalam beberapa kasus, makanan tertentu bisa mengubah warna feses. Wang mengatakan, misalnya, kotoran bisa berwarna hijau karena makan permen licorice, karena biasanya dibuat dengan minyak adas manis daripada ramuan licorice.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya