Meskipun demikian, Perseid tetap dapat diamati tanpa alat bantu optik (kecuali jika ingin mengabadikannya dalam bentuk citra maupun video).
Jika tertarik untuk mengamati fenomena ini, pastikan cuaca saat pengamatan cerah, bebas dari penghalang di sekitar medan pandang, dan bebas dari polusi cahaya.
Hal ini, dikarenakan tutupan awan dan skala Bortle (skala kecerlangan langit malam) berbanding terbalik dengan intensitas meteor.
Artinya, semakin besar tutupan awan dan skala Bortle, semakin berkurang intensitas meteornya.
Demikianlah informasi mengenai puncak hujan meteor Perseid yang bakal terjadi besok, 13-14 Agustus 2022 mendatang. Semoga bermanfaat.
(Ahmad Muhajir)