Dalam penutupan pembelaannya, Schulte mengklaim bahwa dia dipilih meskipun ratusan orang memiliki akses ke informasi rahasia tersebut dan ratusan orang bisa saja mencurinya.
Pengacara AS David Denton turut membantah bahwa banyak bukti yang memberatkan Schulte terkait pencurian file komputer.
“Dia yang membobol sistem itu. Dia mengambil cadangan, dan cadangan tersebut dikirim ke WikiLeaks,” ujar Dento.
Schulte sendiri telah di tahan tanpa jaminan sejak 2018. Tahun lalu, ia mengeluh dikarenakan dirinya merasa bahwa ia adalah korban hukuman yang kejam dan tidak biasa.
Menurut keterangnnya, selama di sel ia diperlakukan seperti “binatang yang dikurung.”
(Ahmad Muhajir)