Mantan Insinyur CIA Dipenjara Karena Bocorkan Data ke WikiLeaks

Christabel Reviana Kusuma Putri, Jurnalis
Kamis 14 Juli 2022 12:51 WIB
Mantan insinyur CIA dipenjara karena bocorkan data ke WikiLeaks (Foto: Pixabay)
Share :

JAKARTA - Seorang mantan insinyur perangkat lunak CIA, Joshua Schulte, dilaporkan harus menerima hukuman penjara karena terlibat dalam kasus pembocoran informasi rahasia terbesar dalam sejarah Badan Intelejen Amerika Serikat.

Dilansir dari NBC, Kamis (14/7/2022), atas hukuman yang diterimanya Schulte disebut memilih untuk mengajukan banding di pengadilan Kota New York.

Schulte juga mengatakan kepada juri dalam argumen penutupnya, CIA dan FBI menjadikannya sebagai kambing hitam untuk kepentingan rilis publik.

Atas banding yang diajukan oleh Schulte, para juri memutuskan untuk memulai musyawarahnya pada hari Jumat untuk membahas lebih lanjut terkait kasus ini.

Kebocoran data ini, turut mengungkapkan bagaimana CIA meretas Apple dan smartphone Android dalam operasi mata-mata dan upaya untuk mengubah televisi yang terhubung ke internet menjadi perangkat dengar, atau sadap.

Sebelum pengangkapan ini terjadi, Schulte diketahui telah membantu menciptakan alat peretas sebagai pembuat kode di kantor pusat agensi Langley, Virginia.

Jaksa menuduh Schulte termotivasi melakukan tindakan ini atas dasar CIA yang tidak menghormatinya dengan mengabaikan keluhannya tentang lingkungan kerja.

Menurut jaksa, karena hal inilah Schulte mencoba “membakar habis” pekerjaan yang telah ia lakukan.

Selama di balik jeruji besi sembari menunggu persidangan, Schulte tetap melanjutkan kejahatannya.

Cara yang dilakukannya adalah mencoba membocorkan materi rahasia tambahan dari penjara guna melakukan “perang informasi” melawan pemerintah, jelas jaksa.

Dalam penutupan pembelaannya, Schulte mengklaim bahwa dia dipilih meskipun ratusan orang memiliki akses ke informasi rahasia tersebut dan ratusan orang bisa saja mencurinya.

Pengacara AS David Denton turut membantah bahwa banyak bukti yang memberatkan Schulte terkait pencurian file komputer.

“Dia yang membobol sistem itu. Dia mengambil cadangan, dan cadangan tersebut dikirim ke WikiLeaks,” ujar Dento.

Schulte sendiri telah di tahan tanpa jaminan sejak 2018. Tahun lalu, ia mengeluh dikarenakan dirinya merasa bahwa ia adalah korban hukuman yang kejam dan tidak biasa.

Menurut keterangnnya, selama di sel ia diperlakukan seperti “binatang yang dikurung.”

(Ahmad Muhajir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya