Selain perubahan warna, penggantian kaca film dapat dilakukan ketika mulai timbul gelembung. Adanya gelembung disebabkan daya tahan kaca film telah melemah sehingga tidak lagi melekat pada kaca mobil.
"Yang semula menempel optimal tetapi lambat laun lemnya tidak bisa megang dan lepas akhirnya menjadi gelembung, itu juga menjadi parameter dia harus ganti kaca film, karena kaca film itu adalah tampilan," kata dia
Lebih lanjut Iwan mengatakan perlu dilakukan perawatan yang tepat untuk menjaga kaca film pada mobil tetap awet.
BACA JUGA: Penampakan Kabin Mewah Toyota HiAce Bikin Perjalanan Tambah Nyaman, Modifikasi Elegan!
BACA JUGA:Dear Riders, Ini Sederet Hal Perlu Diperhatikan Sebelum Modifikasi Motor
Salah satunya dengan menjaga kebersihan kaca film. Apabila ditemukan adanya noda minyak atau debu, harus segera dibersihkan dengan menggunakan material yang kering dan lembut. Jika noda membandel, proses pembersihan bisa ditambahkan dengan air dan shampo.
Selain itu, material untuk membersihkan kaca film sebaiknya dibedakan dengan material untuk membersihkan bodi mobil. Hal itu untuk mencegah terjadinya goresan pada kaca film.
"Katakanlah lapnya bukan kain yang lembut, halus dan bersih. Lapnya habis digunakan untuk mengelap bodi, di mana di situ ada remah debu lalu dibuat untuk mengelap kaca film. Itu potensi baretnya lebih besar karena lap yang tidak bersih," kata Iwan.
Selanjutnya, hindari penggunaan bahan pembersih yang memiliki kandungan minyak dan asam tinggi. Hal tersebut berpotensi merusak produk kaca film.
"Pembersihan yang menggunakan bahan-bahan yang bersifat asam atau minyak akan mengurangi umur dari kaca film tersebut. Jadi tidak direkomendasikan menggunakan bahan-bahan yang bersifat asam atau bahan yang mengandung minyak," pungkas dia.
(Kurniawati Hasjanah)