Tempered glass memulai proses pemanasan melalui oven tempering secara berkelanjutan. Oven memanas sampai suhu di atas 600 derajat Celsius (standarnya adalah 620 derajat Celsius).
Kemudian, akan mengalami prosedur pendinginan dengan tekanan tinggi yang berlangsung hanya dengan beberapa detik. Permukaan luar kaca melakukan pendinginan lebih cepat dibanding pusatnya.
Akibatnya, permukaan luar masuk ke kompresi yang memberikan kekuatan pada tempered glass. Dalam ketegangan, kaca akan pecah lima kali lebih mudah dibanding yang terjadi pada kompresi.
Bahan untuk memperkuat kaca adalah campuran kimia, di mana berbagai kimia menukar ion di permukaan kaca untuk menciptakan kompresi.
Kendati demikian, karena metode ini membutuhkan biaya lebih banyak daripada menggunakan oven, maka jarang digunakan.
(Ahmad Muhajir)