PARA pengguna WhatsApp diharapkan lebih waspada. Pasalnya peneliti keamanan komputer dari Cloudsekmendeteksi adanya celah keamanan yang memungkinkan pengguna menjadi target penipuan.
Sialnya lagi, celah ini memungkinkan para penjahat untuk meretas akun WhatsApp hanya menggunakan cara yang sangat sederhana. Dikatakan bahwa mereka melancarkan aksinya hanya lewat panggilan telepon saja.
Peneliti mengungkap bahwa modus operandinya sangat sederhana, peretas akan secara acak melakukan panggilan kepada pengguna dan mencoba meyakinkan mereka untuk menghubungi nomor tertentu.
Nah di sini, jika korban terbujuk untuk melakukannya, maka mereka bakal langsung terlogout dari akun WhatsApp mereka. Dalam kata lain, nomor yang ditelpon ini merupakan gerbang bagi peretas untuk mengendalikan akun korban.
"Karena penyedia layanan di seluruh dunia menggunakan angka yang dimulai dengan '67' atau '405'; korban cenderung menelepon tanpa ragu-ragu,” kata peneliti seperti dikutip dari Gizchina, Minggu (29/5/2022).
“Begitu peretas mendapatkan akses ke akun, mereka akan meminta uang dari kontak korban. Dengan cara ini, peretas menipu kontak WhatsApp korban bahkan sebelum korban menyadarinya," jelasnya.
Mengendalikan akun WhatsApp memang dapat membuahkan hasil dengan cepat. Apalagi sejak akhir tahun 2021 WhatsApp telah mengesahkan transaksi dalam mata uang kripto melalui integrasi dompet digital Novi di aplikasi.
Cara lain untuk mendapatkan uang cepat adalah dengan mengambil alih akun WhatsApp profesional untuk mengklaim dana dari klien yang mudah tertipu dan tidak curiga.
BACA JUGA:Begini Cara agar Orang Tak Bisa Kirim WhatsApp ke Anda Tanpa Blokir
Bagaimanapun, tidak banyak yang dapat dilakukan untuk melindungi diri dari penipuan semacam ini. Selalu aktifkan otentikasi dua faktor dan jangan pernah menerima panggilan dari kontak yang tidak dikenal di WhatsApp.
(Dyah Ratna Meta Novia)