Kadal itu, ujar Daza, masih remaja dan mungkin belum belajar bagaimana menghindari getah pohon yang mengakhiri hidupnya, tetapi memberinya bentuk keabadian.
Daza dan rekan penulis menamakannya Retinosaurus hkamtiensis (kadal Ambar dari Hkamti) dan menganggapnya sebagai anggota dari superfamili kadal Scincoidea, termasuk kadal lapis baja dan kadal malam (Xantusiidae).
Meskipun ekor dan kaki belakangnya tidak ada di ambar, ia menawarkan banyak hal yang tidak dimiliki fosil lain, seperti sisik dan kelopak mata kirinya.
Kelopak mata ini merupakan perbedaan yang paling menonjol dari Xantusiaidae, yang kelopak matanya menyatu menjadi skala transparan, seperti ular.
Diperkirakan, Retinosaurus ini memiliki gaya hidup yang mirip dengan kadal malam, menghabiskan sebagian besar hidupnya di celah-celah batu dan pohon log.
(Ahmad Muhajir)