Analis itu berpendapat, ini menjadi cara TikTok untuk memiliki hubungan yang lebih baik dengan penggunanya dan memudahkan monetisasi.
Tentunya ini juga akan menjadi persaingan yang makin sengit antara TikTok dan YouTube mengingat kini keduanya berlomba- lomba menjadi platform penyedia video bagi audiens global.
Matt Navara ikut berpendapat bahwa TikTok kini harus bekerja ekstra keras untuk memastikan posisi dan juga keberlangsungannya sebagai platform video di tengah- tengah migrasi para pesaingnya seperti Reels dari Meta, Shorts dari YouTube, dan Spotlight dari Snapchat menghadirkan fitur video pendek.
"Merka harus bisa menghadirkan rumah bagi konten- konten berdurasi panjang mengingat 'feed' vertikal kurang cocok dengan bentuk konten panjang dan lebih cocok dengan konten berdurasi pendek yang biasanya menjadi keahlian mereka," ujar Matt.
(Ahmad Muhajir)