Penjelasan Peristiwa Isra Miraj dengan Pendekatan Ilmu Fisika

Kevi Laras, Jurnalis
Selasa 01 Maret 2022 06:01 WIB
Penjelasan peristiwa Isra Miraj dengan pendekatan ilmu Fisika (Foto: Freepik)
Share :

"Kita asumsikan kejadian mulai bakda salat isya atau jam 20.00 sampai jam 4.00 pagi menjelang subuh. Jadi, membutuhkan waktu 8 jam, karena perjalannya bolak-balik, maka antara pulang pergi memerlukan waktu sama 4 jam,” papar dia.

Dia menerangkan, Nabi Muhammad SAW dalam perjalanannya bersama Buraq, maka dapat diasumsikan Rasulullah dalam peristiwa bergerak dengan kecepatan tertinggi, yaitu kecepatan cahaya.

Maka dalam satu jam Rasulullah bisa menempuh jarak sampai 4.320.000.000 km.

Terkait dengan tata surya, ilmuan mengidentifikasi jarak antara Matahari dengan Bumi adalah 149.600.00 km. Sehingga, waktu yang diperlukan cahaya dari Matahari ke Bumi itu hanya 8 menit.

“Kemudian planet terluar, Neptunus itu diketahui jaraknya 4.335.000.000 km. Jadi, ini masih lebih besar dari jarak yang ditempuh oleh cahaya selama 4 jam, artinya Baginda Rasulullah dalam waktu 4 jam belum sampai di Neptunus. Ternyata, belum sampai keluar dari Tata Surya kita,” jelas Agus.

Dengan demikian, penjelasan Isra Miraj dengan teori relativitas itu tidak memadai, Agus menyarankan untuk merujuk kepada QS Al Isra’ ayat 1.

"Ayat tersebut memberi isyarat bahwa, inilah kosmologi Islam, bahwa realitas itu terdiri dari ruang, waktu, materi, dan roh,” ucap dia.

(Ahmad Muhajir)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Telusuri berita Ototekno lainnya