MISI DART (Double Asteroid Redirection Test) milik NASA akan menguji kemampuannya untuk mengarahkan asteroid dengan benar-benar menabrak astereoid tersebut. Namun pesawat ruang angkasa akan menguji sistem propulsi jenis baru untuk badan tersebut.
Evolutionary Xenon Thruster-Commercial (NEXT-C) adalah penggerak ion terbaru yang dimiliki NASA.
Mengutip laman Space, Selasa (23/11/2021), dibanding menyalakan propelan berbasis hidrogen seperti kebanyakan roket, NEXT-C akan menggunakan listrik yang dihasilkan oleh panel surya pesawat ruang angkasa itu sendiri untuk menciptakan medan listrik yang mempercepat ion xenon bermuatan hingga kecepatan yang sangat tinggi untuk mendorong pesawat.
Penggerak ion, secara teori, dapat mencapai kecepatan yang jauh lebih tinggi daripada roket konvensional.
Pusat Penelitian Glenn NASA di Cleveland, Ohio, dan perusahaan Aerojet Rocketdyne bekerja sama untuk membangun sistem NEXT-C, dan sebuah misi DART akan menjadi tempat pengujiannya.
DART akan diluncurkan dari Vandenberg Space Force Base di California dengan roket SpaceX Falcon 9 pada Rabu 24 November pukul 1:58 EST.
Baca juga: Asteroid Raksasa Sedang Menuju ke Bumi
Misi pesawat ruang angkasa akan menabrak asteroid yang disebut Dimorphos, sehingga para ilmuwan dapat mengukur seberapa dramatis dampak tersebut dapat mengubah orbit asteroid jika batu ruang angkasa pernah mengancam Bumi.
(Dyah Ratna Meta Novia)