RUPANYA otoritas antimonopoli India menemukan Google menyalahgunakan posisi dominan Android untuk melawan kompetitor secara ilegal.
Laporan Competition Commission of India (CCI) pada Juni lalu menemukan Google mengurangi kemampuan dan insentif manufaktur untuk mengembangkan dan menjual perangkat yang menggunakan sistem operasi alternatif Android.
Temuan CCI, Google mengurangi kesempatan pembuat perangkat untuk memilih versi alternatif sistem operasi dan memaksa mereka untuk memasang aplikasi Google.
Kewajiban memasang aplikasi Google dianggap hal yang tidak adil dan melanggar undang-undang persaingan di Indonesia. Selain itu, Google juga menggunakan pasar aplikasi Play Store untuk melindungi dominasi mereka.