Pihak parikan juga mengatakan bahwa salah satu alasan utama di balik keputusannya untuk mengurangi produksi adalah penurunan operasi di beberapa pemasok lokal.
Sebanyak 9 pabrik Toyota yang berlokasi di Jepang dijadwalkan menghentikan produksi dalam beberapa hari mendatang karena krisis.
Toyota juga menyatakan bahwa penyebaran infeksi Covid-19 masih belum dapat diprediksi, sehingga sulit untuk memertahankan operasi karena penguncian di berbagai lokasi.
Hal itu juga berdampak bagi pelanggan yang membeli produk mereka, sehingga harus merasakan indent yang begitu lama terkait krisis chip dan semikonduktor belum lagi wabah Covid-19 yang tak kunjung lenyap. Pihak pabrikan sendiri telah meyakinkan para pelanggan bahwa mereka akan berusaha melakukan yang terbaik untuk mengirimkan mobil tepat waktu.
(Rizka Diputra)