CEO Telegram Jadi Target Spyware Pegasus

Pernita Hestin Untari, Jurnalis
Jum'at 23 Juli 2021 13:33 WIB
CEO Telegram Jadi Target Spyware Pegasus (Foto: Bloomberg)
Share :

Sementara itu, masih belum diketahui juga apakah adanya Durov dalam daftar akan menimbulkan beberapa masalah yang sangat pelik pada aplikasi. Terlebih mengingat fakta bahwa Telegram memprioritaskan privasi dan keamanan.

Telegram juga menawarkan opsi kepada pelanggan untuk mengenkripsi obrolan mereka serta janji keamanan dari serangan peretas. Disisi lain, perusahaan perangkat lunak Israel, NSO Group yang membuat spyware pegasus pun membatah tudingan tersebut..

"Setiap klaim bahwa nama dalam daftar pasti terkait dengan target Pegasus atau target potensial adalah salah dan salah," kata juru bicara NSO Group.

NSO terus menyangkal tuduhan terhadapnya dan mengumumkan bahwa mereka tidak akan lagi menanggapi permintaan komentar dari media.

“Cukup sudah cukup!” kata NSO Group. 

Untuk diketahui, Pegasus disebut-sebut sebagai spyware terkuat yang pernah dibuat. Spyware tersebut dirancang untuk menyusup ke smartphone termasuk Android dan iOS. Setelah berhasil spyware akan mengubahkan menjadi perangkat pengawasan. Ini artinya aktivitas seseorang diponsel dapat diawasi.

(Pernita Hestin Untari)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya