"Jadi aplikasinya bukan aplikasi oximeter ya, tapi aplikasi fake yang dimana dia minta jari kita abis itu jari kita dicurinya, kemudian di tempel di kamera," ujar Budi dalam talkshow Ancaman Multidimensi Serangan Siber Era Pandemi yang digelar secara virtual, Selasa (13/7/2021).
Kendati demikian, kejadian tersebut baru terjadi di India. Sebab warganya banyak yang bisa membuat aplikasi tersebut. Sekali aplikasi diblokir kemudian muncul lagi dan seterusnya.
"Orang-orang India pintar membuat aplikasi aplikasinya banyak, tutup eh muncul lagi. Mudah-mudahan nggak masuk ke Indonesia. Mudah-mudahan orang Indonesia cukup sadar yang gini tuh cukup banyak masalah," pungkasnya.
Baca Juga: Maraknya Cetak Kartu Vaksin Melalui Jasa, Kominfo Wanti-wanti Soal Data Pribadi
Baca Juga: Perlukah Beli Ponsel 5G Sekarang, Ini Kata Pakar
(Pernita Hestin Untari)