Sebagai pencetus standar telekomunikasi global, 3GPP 2017 di Kroasia merupakan tonggak penting dalam perjalanan teknologi 5G. Dari sanalah vivo terus melakukan pengujian teknologi seluler 5G global pada 2019. Vivo juga mengajukan lebih dari 5.000 proposal 5G ke 3GPP yang menghasilkan 15 fitur teknis dan mendapatkan tiga proyek teknis yang disetujui.
Setelah perjalanannya melalui proyek 3GPP, vivo menjalin kemitraan dengan China Mobile pada "China Mobile 5G Device Forerunner Initiative" di ajang Kongres Seluler Dunia GTI Summit 2018. Program ini bertujuan merilis perangkat prakomersial 5G dengan memamerkan aplikasi uji coba skala dan membangun dukungan untuk mengembangkan perangkat 5G, chipset, dan rantai pasokan komponen. Di ajang ini, vivo juga mengumumkan rencana meluncurkan perangkat prakomersial 5G pada 2019 dan secara resmi merilis smartphone 5G komersial pada 2020.
(Foto: Dok.vivo Indonesia)
Di ajang MWC Shanghai 2021 yang diadakan pada Februari lalu, vivo memimpin demonstrasi langsung menggunakan base station 5G mmWave untuk melakukan streaming video 8K UHD dari server ke smartphone vivo dan memproyeksikan video UHD secara nirkabel ke TV 8K. Demonstrasi ini menyoroti kekuatan vivo dalam R&D 5G mmWave dan potensi komersialisasi 5G mmWave untuk pengalaman 5G yang lebih cepat dan mendalam.
Tahun ini vivo didukung oleh jaringan 10 pusat R&D di berbagai negara berfokus juga pada pengembangan teknologi konsumen. Dengan lebih dari 100 staf ahli standar global di lembaga penelitian komunikasinya, vivo kini memegang lebih dari 3.000 paten untuk penemuan 5G.
Sejalan dengan perkembangan infrastruktur dan jaringan 5G di Indonesia, vivo juga terus mengeksplorasi inovasi produk teknologi yang mendukung konsumen untuk langsung merasakan 5G. Tahun ini, vivo menghadirkan dua seri produk “5G Ready”, atau produk yang telah disematkan software dan hardware yang kompatibel dengan jaringan 5G, yakni vivo X60 Series dan vivo V21 5G series.
vivo X60 Series. (Foto: Dok.vivo Indonesia)