Jam Tangan Pintar Ini Mampu Deteksi Covid-19 Melalui Keringat

Intan Rakhmayanti Dewi, Jurnalis
Selasa 27 April 2021 15:25 WIB
Sejumlah peniliti membuat jam tangan pintar pendeteksi covid-19 (foto: Dailymail)
Share :

Tim memperkirakan bahwa kebanyakan orang hanya menghasilkan sekitar 5 mikroliter, atau sepersepuluh tetes, keringat pasif di kulit seluas 0,5 inci dalam 10 menit. Jadi para peneliti ingin mengembangkan metode yang sangat sensitif untuk mengukur kadar sitokin dalam sejumlah kecil keringat pasif.

Mereka menggunakan penelitian sebelumnya tentang sensor keringat yang dapat dipakai untuk memantau penanda penyakit radang usus (IBD). Perangkat seperti jam tangan ini mengukur tingkat dua protein yang melonjak selama IBD menyala dan saat dikenakan di lengan, keringat pasif berdifusi ke dalam strip sensor.

Sensor tersebut berisi dua elektroda, dilapisi dengan antibodi yang mengikat kedua protein, suatu proses yang mengubah arus listrik yang menuju ke reader.

Reader itu kemudian akan mentransfer data secara nirkabel ke aplikasi smartphone yang mengubah pengukuran listrik menjadi konsentrasi protein. Setelah beberapa menit, keringat lama berdifusi, dan keringat yang baru keluar masuk ke strip untuk dianalisis.

Untuk sensor sitokin baru mereka, yang dikenal sebagai SWEATSENSER Dx, para peneliti membuat strip sensor dengan antibodi terhadap tujuh protein pro-inflamasi.

SWEATSENSER Dx cukup sensitif untuk mengukur sitokin pada pasien yang memakai obat anti-inflamasi, yang mengeluarkan jauh lebih sedikit bahan kimia. Perangkat melacak level sitokin hingga 168 jam sebelum strip sensor perlu diganti.

(Amril Amarullah (Okezone))

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya